JANJI BAKTI ALUMNI
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak/Ibu wali siswa kelas IX dan XII yang saya hormati.
Kita sebagai orang tua
sama-sama diberi amanah oleh Alloh
قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka
Dalam ayat lain
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
"Hendaklah takut orang-orang
meninggalkan generasi mereka dalam keadaan lemah, takutlah akan mereka maka
bertakwalah kepada Alloh..."
Maka sebelum putra-putri
Bapak/Ibu kami kembalikan kepangkuan bapak/ibu kami akan mengikat mereka dengan
sebuah janji supaya ikatan ilmu dan ukhuwah tidak terputus, kebiasaan baik
tidak ditinggalkan, mereka senantiasa istiqomah dalam ibadah dan memiliki
himmah yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan.
Janji Bakti Alumni
Kami alumni YPI Tauhidul Afkar,
dengan penuh kesadaran berjanji:
1.
Menjalankan syari’at islam sepanjang hayat
2.
Melaksanakan sholat 5 waktu kapanpun dan dimanapun berada
3.
Berakhlak baik kepada orang tua, lingkungan dan sesama
4.
Menjaga nama baik keluarga dan almamater YPI Tauhidul Afkar
5.
Menjaga silaturahmi dengan dewan asatidz YPI Tauhidul Afkar
6.
Membantu mengembangkan kemajuan YPI Tauhidul Afkar
7.
Mengembangkan potensi diri untuk menjadi manusia yang berguna bagi nusa
bangsa dan agama.
Demikian, pembacaan janji bakti
alumni.
Wassalam Wr. Wb.
Halaman 2
========
Anak-anakku yang ibu cintai.
Di depan matamu ada sosok yang
berjasa dalam hidupmu, mohonlah do’a dan restunya.
Sosok yang mengantarkanmu ke
tempat yang engkau menjadi tahu akan tuhanmu dan menemani perjuanganmu.
Masih ingat! 3 tahun silam,
langit redup bersama tetesan air mata seorang ibu yang melepas kepergian buah
hatinya, namun rembulan tetap bercahaya menitipkan sejuta harapan agar kalian
menjadi anak yang sholeh/sholehah, cerdas dan bertakwa.
Kini, kalian telah sampai
digaris finish, telah lulus, lewati sejuta rintangan dan cobaan tiada lain
karena jasa ayah dan ibumu.
Do’a yang ibumu langitkan di
sepertiga malam, kerja keras yang ayahmu lakukan ditengah terik matahari semua
itu demi kebahagiaanmu.
Wahai anak-anakku, tataplah
sosok yang paling berjasa dalam hidupmu ini !!!
Raih dan cium tangannya !!!
Bersimpuhlah di panguannya !!!
Dekap dengan kuat, peluk dengan
erat !!!
Selagi mereka berada di dunia
fana ini.
Tundukan kepala, rasakan guratan
dan luka kulit tangannya.
Tangan itulah yang bekerja tanpa
lelah, tanpa mengenal waktu, tanpa memperdulikan rasa sakit yang ia hadapi.
Tangan itulah yang selalu
menghapus air matamu, membelaimu saat kalian menangis, dan meraihmu ketika
kalian terjatuh.
Wahai anak-anakku, ingatlah
perintah tuhanmu....
أن اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ
“bersyukurlah kepadaku dan
kepada orang-tua mu!”
Jika dunia dan isinya kau
persembahkan untuk membalas jasanya, niscaya tidak akan mencukupi, begitu sabda
baginda nabi.
Mohonlah, rido dan restunya!
Katakan dengan lembut ....
Ayah, ibu, terima kasih atas do’a
dan jasamu
Apalah artinya diriku tanpa
kehadiranmu
Aku tangguh karena engkau, aku
kuat karena engkau.
Maafkan aku jika selama ini aku
sering membantah, sering membentak, sering membuatmu lelah, berpaling dari
perintahmu, bahkan bermuka masam di hadapanmu. Membebanimu dengan keluh kesah,
memaksamu untuk datang menjemputku walaupun malam, walaupun hujan.
Maafkan aku, ayah, ibu!
Aku belum bisa menjadi anak yang
berbakti kepadamu
Terima kasih ayah ibu, hingga detik
ini sudah menyayangiku dan mencintaiku tanpa batas.
Aku takut hidupku tidak berkah
karena dosa-dosaku.
Aku takut surganya terhalang
untukku karena dosa-dosaku kepadamu.
Do’akan aku, selalu.
Do’akan aku, semoga aku menjadi
permata hatimu dunia dan akhirat.
Wassalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar