DRgrtea

Medsos DRcjgrTeA

Media Sosial Duridwangurunatafkar

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

DRMenuNavigasiBar

menunavngampar

drcnavbar

Minggu, 22 Februari 2026

Komentarku di video | Tauhid


=====================================
ULUHIYYAH : Hanya Alloh-lah satu-satu tuhan yang wajib disembah. RUBUBIYYAH: Hanya Alloh-lah satu-satunya tuhan yang mengurus makhluknya, (mengurus segala yang ada permulaannya, mengurus segala sesuatu yang adanya berpenghujung). UBUDIYAH: H a n y a k e p a d a A l l o h l a h hendaknya manusia -( makhluk ) - beribadah. Pernyataan ULUHIYYAH : لا اله الا الله Pernyataan RUBUBIYYAH : الحمد لله رب العالمين Pernyataan UBUDIYYAH : وما خلقت الجن والأنس الا ليعبدونِ Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang ULUHIYYAH : SIAPA yang harus saya sembah? ALLOH SWT. YANG TIADA SEKUTU BAGINYA Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang RUBUBIYYAH : SIAPA yang mengurus saya? ALLOH TWT (Tabaaroka wa Ta'aala) YANG MENGURUS SEGENAP ALAM SEMESTA Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang UBUDIYYAH : APA yang harus dilakukan? BERIBADAH (mengabdi dan berkebajikan) kepada اله dan رب (-ALLOH -tanpa disebut tapi seharusnya sudah maklum.-) TAUHID SIFAT, SIFAT BERSANDING DI DZAT. SIFAT TIDAK BERDIRI SENDIRI. KETIKA TAUHID (MENGESAKAN) SATU DZAT. MAKA SEJATINYA DI SITU ADA KEESAAN SIFAT.

 

ILMU MANTIQ | Ta'rif

LOGIKA BERFIKIR (MANTIQ) TA'RIF ATAU DEFINISI


ILMU MANTIQ
Ta’rif (Definisi)
Anang Bustami

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir. Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan obyektif.
Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru. Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan "berpikir". Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri (majhul atau belum diketahui) dengan mengolah pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam benak kita (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma'lum (diketahui). Dengan demikian ta’rif adalah suatu cara atau alat untuk mengenal dan memahami tentang pengertian Lafadz dan untuk mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya terhadap Lafadz itu.
Agar tidak terlalu sulit memahami tentang Ta’rif dalam ilmu Mantiq maka makalah ini akan mencoba untuk  menjelaskan dengan ringkas dan sistematis mengenai Ta’rif dalam ilmu Mantiq.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Ta’rif ( Definisi )?
2.      Ada berapa macam atau bagian dari Ta’rif ?
3.      Apa Syarat-syarat Ta’rif?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN TA’RIF (DEFINISI)
Takrif (al-ta’rif) secara etimologi berarti pengertian atau batasan sesuatu. Takrif disebut juga Al Qaul Al-Syarih (ungkapan yang menjelaskan).
قَوْلٌ دَالٌ عَلَى مَا هِيَةِ الشَّيْئِ
“Kalimat yang menunjukkan hakikat sesuatu.”
Sedangkan menurut ahli mantiq ta’rif adalah teknik menjelaskan sesuatu yang dijelaskan untuk diperoleh sesuatu pemahaman secara jelas dan terang dengan menggunakan tulisan maupun lisan. Dengan demikian, takrif menyangkut adanya sesuatu yang dijelaskan, penjelasannya itu sendiri, dan cara menjelaskannya
Adapun pengertian yang lain juga menerangkan bahwa Ta’rif secara lughawi, adalah memperkenalkan, memberitahukan sampai jelas dan terang mengenai sesuatu. Secara mantiki, ta’rif adalah teknik menerangkan baik dengan tulisan maupun lisan, yang dengannya diperoleh pemahaman yang jelas tentang sesuatu yang diterangkan atau diperkenalkan.[1]
Selain itu menurut  Basiq Djalil, lafadz ta’rif berasal dari bahasa Arab yang bearti memberi tahu, memperkenalkan. Maksudnya adalah dengan ta’rif, kita dapat sesuatu dengan lengkap dan sempurna. Itulah sebabnya ta’rif, dapat disamakan pengertiannya dengan rumusan, pengertian, atau definisi dalam bahasa Indonesia.[2]
Dalam ilmu mantik, ta’rif berperan amat mendasar, kerena istidlal (penarikan kesimpulan) yang merupakan tinjauannya yang paling fondamental, tergantung amat eratkepada jelasnya ta’rif lafazhyang dipakai untuk menyusun qadhiyah-qadhiyah (kalimat-kalimat) yang darinya ditarik natijah (kesimpulan). Jika ta’rif lafazh tidak jelas, maka kesimpulan yang dihasilkan mungkin sekali keliru atau salah.
Yang di Ta’rif bisa berupa dzat dan yang bukan dzat. Dzat adalah lafadz yang bermakna dzat atau benda. Dalam ilmu mantik bearti: lafadz kulli yang menunjukkan hakikat (makiyah) secara penuh. Sedangkan lafadz abstrak yang menyifati benda itu seperti besar, panjang, jelek, biasa disebut lawan dari zat.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan, ta’rif adalah memperkenalkan, memberitahukan sampai jelas dan terang mengenai sesuatu dengan lengkap dan sempurna.
B.     PEMBAGIAN TA’RIF
Menurut Baihaqi A. K, dalam bukunya yang berjudul ilmu mantik (teknik dasar berfikir logik) ta’rif terbagi kepada empat:
1)  Ta’rif Had
Ta’rif had adalah ta’rif yang menggunakan rangkaian lafadz Kulli Jins dan Fashl. Contoh: Manusia adalah hewan yang berfikir. Hewan adalah jins dan berfikir adalah fashl bagi manusia.
Ta’rif had ada 2, yaitu Ta’rif Had Tam dan Ta’rif Had Naqish
a)      Ta’rif Had Tam
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis qorib dan fashl
Contoh: Manusia adalah hewan yang dapat berfikir (Al-Insan Hayawan Al-Nathiq)
Hewan adalah jins qarib kepada manusia karena tidak ada lagi jins di bawahnya. Sedangkan dapat berfikir adalah fashal qarib baginya.
b)     Ta’rif Had Naqish
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis ba’id dan fashl atau fashl saja.
Contoh: Manusia adalah tubuh yang dapat berfikir (Al-Insan Jism Al-Nathiq). tubuh adalah jins ba’id bagi manusia dan dapat berfikir adalah fashl baginya.
Contoh: Manusia adalah yang dapat berfikir (hanya fashl saja).
2)  Ta’rif Rasm
Ta’rif rasm adalah ta’rif yang menggunakan kulliy jins dan ‘irdhi khash.
Contoh: Manusia adalah hewan yang dapat tertawa.
Hewan adalah jins dan tertawa adalah ‘Irdhi Khash (sifat khusus) manusia.
Ta’rif rasm ada 2, yaitu Ta’rif Rasm Tam dan Ta’rif Rasm Naqish        
a)      Ta’rif Rasm Tam
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis qorib dan khash
Contoh: Manusia adalah hewan yang mampu belajar kitab.
Hewan adalah jins qarib bagi manusia, sedangkan mampu belajar kitab adalah khash baginya.
b)     Ta’rif Rasm Naqish
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis ba’id dan khash atau khash saja.
Contoh: Manusia adalah jism (tubuh) yang bisa ketawa.
Jism adalah jins ba’id bagi manusia dan bisa tertawa adalah khashah baginya.
Contoh: Manusia adalah yang tertawa.(dengan khashah saja)
3) Ta’rif Lafadzi
Ta’rif lafdzi adalah mendefinisikan sebuah lafadz menggunakan lafadz lain yang semakna dan menurut pendengar dianggap lebih masyhur.
Contoh: Bahtera adalah lautan. Tepung adalah terigu, itik adalah bebek, lembu adalah sapi.
Kata Lautan lebih dikenal oleh pendengar daripada kata Bahtera.
4) Ta’rif mitsal adalah ta’rif dengan memberikan contoh (mitsal).
Contoh: Lafazh kulli adalah seperti insan, Lafazh juz’i adalah seperti muhammad, Kalimat bahasa Indonesia adalah seperti guru datang, dll.[3]
Ø  Selain itu menurut M. Taib Thahir, ta’rif juga terbagi menjadi Empat yaitu:
1.      Ta’rif lafdhi
Ta’rif lafdhi adalah ta’rif sutau lafadh dengan lafadh yang laindan lebih jelas bagi pendengarmengenai lafadh itu.
2.      Ta’rif tanbihi
Ta‘rif tanbihi adalah ta’rif yang mengadirkan gambaran yang sudah tersimpan dalam khayalan pendengar yang pada waktu itu terlupa padahal pernah dikenalnya.
3.      Ta’rif ismi dan
4.      ta’rif haqiqi
sebenarnya hampir sama, kerena kedua-duanya merupakan gambaran atau susunan kata. Jika telah jelas susunan pengertian itu jelas pulalah pengertian suatu yang di ta’rifkan.[4]
C.    SYARAT-SYARAT TA’RIF
Ta’rif menjadi benar dan dapat diterima, jika syarat-syaratnya terpenuhi, antara lain:
1)      Ta’rif harus jami’ mani’ (muththarid mun’akis)
Secara lughawi, jami’ berarti mengumpulkan dan mani’ adalah melarang. Dalam ilmu mantik, jami’ berarti mengumpulkan semua satuan yang dita’rifkan ke dalam ta’rif. Sedangkan mani’ berarti melarang masuk segala satuan hakekat lain dari yang dita’rifkan ke dalam ta’rif tersebut. Oleh Karena itu, ta’rif tidak boleh lebih umum atau lebih khusus dari yang dita’rifkan.
Contoh: Manusia adalah hewan yang berakal.
2)      Ta’rif Harus Lebih Jelas Tidak Boleh Lebih Samar
Artinya Ta’rif harus mudah difahami oleh pendengar (dhahir) dan bukan sesuatu yang maksudnya lebih samar dibandingkan perkara yang di ta’rifi.
Contoh: Api adalah materi yang menyerupai ruh.
Ta’rif ini tidak memenuhi syarat, karena ruh dinilai lebih samar dibandingkan api, karena ruh banyak di perdebatkan. Sehingga yang terjadi, ta’rif bukan memberikan penjelasan, namun justru menambah ketidakjelasan bagi pendengar.
3)       Ta’rif Tidak Boleh Musawi (Setingkat Kesamarannya)
Artinya Ta’rif tidak boleh menggunakan sesuatu yang tingkat kesamarannya sama dengan perkara yang di ta’rifi.
Contoh: Benda bergerak adalah benda yang tidak diam.
Ta’rif ini tidak memenuhi syarat, dan tidak bisa diterima karena tidak adanya pemahaman tambahan melebihi dari sesuatu yang di ta’rifi.
4)      Ta’rif Tidak Boleh Berputar-Putar
Maksudnya jangan sampai terjadi ta’rif dijelaskan oleh yang dita’rifi.
Contoh: Manusia adalah orang, orang adalah manusia.
5)      Ta’rif Tidak Boleh Berbentuk Majaz
Artinya ta’rif tidak di perbolehkan menggunakan lafad yang berbentuk majaz tanpa disertai qarinah (bukti indikator) yang memalingkan makna asal. Bisa juga dikatakan Tidak boleh menyalahi aturan bahasa.
Contoh: para kiyai adalah bulan purnama yang menyinari kegelapan malam.
Kata  bulan purnama dalam definisi ini adalah kiasan dari seorang ulama yang mengayomi semua masayarakat.
6)      Ta’rif Tidak Boleh Menggunakan Lafadz Musytarak (Persekutuan)
Artinya ta’rif tidak boleh menggunakan kata yang memiliki makna lebih dari satu, kecuali disertai qarinah yang menjelaskan makna yang di kehendaki.
Contoh: Matahari adalah ‘ain.
Kata ‘ain memiliki banyak arti seperti mata, sumber air, matahari dan emas. Hal ini tidak diperbolehkan, kecuali dibarengi dengan qarinah yang mengarahkan pada salah satu makna diantara beberapa makna tersebut.
7)      Ta’rif Berbentuk Rasm Tidak Boleh Menyertakan Suatu Hukum
Artinya dalam rangkaian ta’rif berbentuk rasm tidak diperbolehkan mencantumkan hukum. Karena penghukuman atas sebuah perkara merupakan pembagian dari Pentasawuran perkara tersebut.
Contoh: Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’.
Hal ini tidak diperbolehkan manakala hukum dijadikan salah satu juz penyusun rasm.
8)      Ta’rif tidak boleh memasukkan lafadz “aw” dalam ta’rif had dan boleh dalam ta’rif rasm
Artinya lafadz “aw” yang memiliki makna taqsim (membagi) dan tahyir (membuat pilihan) kedalam bagian dari ta’rif had tidak diperbolehkan. Namun hal ini diperbolehkan dalam ta’rif rasm.
Contoh dalam ta’rif had: Manusia adalah hewan yang berakal atau berfikir.
Contoh dalam ta’rif rasm: Manusia adalah hewan yang bisa tertawa atau menangis.[5]


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Takrif (al-ta’rif) secara etimologi berarti pengertian atau batasan sesuatu. Takrif disebut juga al qaul al-syarih (ungkapan yang menjelaskan) atau al-had, yaitu
قَوْلٌ دَالٌ عَلَى مَا هِيَةِ الشَّيْئِ
“Kalimat yang menunjukkan hakikat sesuatu.”
Sedangkan ta’rif  secara mantiki adalah teknik menerangkan baik dengan tulisan maupun lisan, yang dengannya diperoleh yang jelas tentang sesuatu yang diterangkan / diperkenalkan.
2.      Ta’rif dibagi menjadi 3 macam, yaitu: ta’rif had (tam dan naqish), ta’rif rasm (tam dan naqish), dan ta’rif lafadzi.
3.      Syarat-syarat ta’rif, yaitu harus jami’ mani’, harus lebih jelas tidak boleh lebih samar, tidak boleh musawi (setingkat kesamarannya), tidak boleh berputar-putar, tidak boleh berbentuk majaz, tidak boleh menggunakan lafadz musytarak (persekutuan), Ta’rif berbentuk rasm tidak boleh menyertakan suatu hukum, Tidak boleh memasukkan lafadz “aw” dalam ta’rif had dan boleh dalam ta’rif rasm.
B, Saran
Makalah ini kami buat memang sangat jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu Penulis mengharapkan kritik dan saran pada semua pembaca agar nantinya makalah   ini bisa diambil manfaatnya sekaligus bisa menjadi bahan kajian atau bahkan bisa dijadikan bahan untuk dikoreksi.




DAFTAR PUSTAKA
Al-Hasyimy, Muhammad Ma’shum Zainy. 2008. Zubdatul Mantiqiyah (teori Berfikir Logis), Jombang: Darul Hikmah.
Azka, Darul. 2012.  sulam al-munawraq kanjian dan penjelasan ilmu manti, Lirboyo: Santri salaf press.
Al-akhdhoriy, Syekh Abdur Rohman. . Nadzhom Sullamul Munawroq Fi Mantiq, (Jombang: Pustaka Muhibbin. 2014)
Baihaqi.. Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik. (Jakarta : Darul Ulum Press. 2007)
Djalil, B., 2010, Logika (Ilmu Mantik), (Jakarta : Kencana Predana Media Group. 2010)
http://bambangindrayana.blogspot.co.id/2013/01/makalah-ilmu-mantiq-tentang-tarif.html

                                                                                                              


[1] Prof. Dr. H. Baihaqi A.K, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik, (Jakarta : Darul Ulum Press, 2007), h. 47
[2] Drs. H. A. Basiq Djalil, S. H. M. A, Logika (Ilmu Mantik), (Jakarta : Kencana Predana Media Group, 2010), Cet. Ke-1, h. 18
[3]Prof. Dr. H. Baihaqi A.K, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik, (Jakarta : Darul Ulum Press, 2007),  h. 48-51
[4] Prof. KH. M. Taib Thahir, Ilmu Mantiq, (Yogyakarta : Widjaya, 1964), h. 58
[5] Al-akhdhoriy, Syekh Abdur Rohman. . Nadzhom Sullamul Munawroq Fi Mantiq, (Jombang: Pustaka Muhibbin. 2014)
Sumber panoongan: https://anangiatputrasambas.blogspot.com/2018/04/logika-berfikir-mantiq-tarif-atau.html

Sabtu, 21 Februari 2026

KULIAH SUBUH

TAUHID
=======























Fushilat: 53

ELMU NUBUWWAH 9 | ELMU & HIDAYAH

KU ELMU, MACA TASBIH....
KU HIDAYAH, MACA HAMDU...

KU TASBIH, NYATAKEUN SUCI....
KU HAMDU, NYATAKEUN PUJI....

========
TASBIH | ELMU
سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

HAMDU | HIDAYAH
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

=====
DARI SISI MAKHLUKNYA,
ADA YANG MENJADI JALAN MENDAPATKAN ILMU
ADA YANG MENJADI JALAN MENDAPATKAN HIDAYAH

====
ORANGTUA 
            MEMBERI WAKTU, (JUGA ILMU)
GURU-GURU 
            MEMBERI ILMU, (JUGA WAKTU)
TEMAN DAN SOBAT 
            BARENGI JALANI HIDUP DALAM BERLAKU (berbuat) 
            (hatta yang memusuhi sekalipun)
KELUARGA, SAUDARA DAN TETANGGA
            MEMBERSAMAI MERAIH MAKNA (TIMU)
            (timu, bertemu dengan makna yang tersimpan dalam pengetahuan)
MERTUA YANG MEMBERIKAN PUTRINYA (amalan ilmu)
ISTRI YANG MEMBERIKAN KETURUNANNYA (tularkan ilmu)
====
VERSI SUNDA:

Sepuh maparin waktu
Guru maparin elmu
Sobat, kanca marengan laku
Kulawarga, baraya, tatangga ngajurung timu
Mertua, ngadahupkeun sareng putrina nu gaduh barang munu'u
Istri (pamajikan) nu boga lawang nambahan anak jeung incu, putra sareng putu

ELMU NUBUWWAH 8 | TELINGA

Seakan ditelinga. Yakinkan DITELINGA

Ibroohim (14): 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (7)

terjemah/alih bahasa: [ada syu'ub (bangsa-bangsa), dan ada qobail (suku bangsa)]
[Indonesia]
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"ز

[Indonesia: SUNDA]

Perhatikan: تَأَذَّنَ (memaklumkan, memberitahukan, )
=======================
تَأَذَّنَ mengandung kata اُذُنٌ (telinga), bab kedua tsulatsi mazij warna pertama ada yang bermakna مطاوعة menjadikan....
تَأَذَّنَ bukan hanya memaklumkan, memberitahukan, membicarakan.... tetapi....
[Makna halus yang dangkal -seakan mujassimah-] 
"Alloh, Tuhannya manusia itu, langsung berbicara DITELINGA." || 

[Makna dalam ('amiq) -kata yang perlu digurinda/dihampelas agar halus-] Si manusia (si kafir | tidak dilirik | fokus kepada MANUSIA)....
[Silahkan perhalus dan fikir kata-kata yang sesuai agar tetap menjaga ketauhidan bahwa Alloh, Mukholafah Lil-Hawadits, dan Alloh juga 'ala kulli syaein qodiir]
"Alloh, tuhannya manusia, TUHANNYA KAMU, ALLOH ADA DIHADAPANMU, DENGAN MULUT YANG MENGELUARKAN KATA-KATA YANG JELAS TERLIHAT OLEHMU, yang mana Alloh itu ada didepanmu, ada dihadapanmu, -(bs) manco, meneko- memperhatikan, dimana posisi TUHANMU dalam keadaan berbicara."

Atau mungkin dalam suasana yang lebih syahdu, lebih mesra....
TANGAN ALLOH TUHANMU, memegang pundak dan bahumu, sementara BIBIRNYA ada di sisi telingamu membisikan....."Jika kamu bersyukur, aku tambah nikmatmu"

Jangan sampai, justru suasana dalam keadaan genting dan menyeramkan.....
TUHANMU, MENDEKATKAN WAJAHNYA, DENGAN PELOTOTAN DAN BENTAKAN...
terdengar jelas teriakan.... "Jika kamu bersyukur, aku tambah nikmatmu"

تَأَذَّنَ, memaklumkan, memberitahukan....
Alloh (Tuhan)nya manusia, memang tidak terlihat, tidak tampak, akan tetapi...
yakinkan ketika تَأَذَّنَ , Alloh ada di dekatmu, dan Alloh Tuhanmu ingin agar kamu, wahai manusia melihatnya (membayangkan melihat) kepada-NYA kepada Tuhanmu, kepada Alloh-mu!!!.
=============

تَأَذَّنَ, memaklumkan, memberitahukan....
Alloh (Tuhan) ingin kamu, wahai manusia melihatnya, merasakan dekatnya dan bahkan dalam dekapannya.....

///dari sisi ayat:\\\
Alloh ingin meyakinkan bahwa, ketika تَأَذَّنَ , manusia mendengarkan sekaligus melihat,
ALLOH ADA DI SANA, DENGAN MATA YANG FOKUS, DAN MULUT BERBICARA.
ALLOH DEKAT DENGANMU, 
BAHKAN ALLOH MENDEKAPMU... BILAPUN TIDAK, JADIKAN ALLOH DIDEKAPANMU.



ELMU NUBUWWAH 7 | TELINGA

Seakan ditelinga. Yakinkan DITELINGA

Fushilat (41): 47

terjemah/alih bahasa: [ada syu'ub (bangsa-bangsa), dan ada qobail (suku bangsa)]
[Indonesia]
"Kepada-Nya-lah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?”, mereka menjawab: “Kami nyatakan kepada Engkau (Ya Alloh, Tuhanku) bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)."

[Indonesia: SUNDA]

Perhatikan: آذَنَّاكَ (Nyatakan)
=======================
آذَنَّاكَ mengandung kata اُذُنٌ (telinga), bab pertama tsulatsi mazij warna pertama ada yang bermakna َجَعَل menjadikan....
آذَنَّاكَ bukan hanya menyatakan, mengatakan, membicarakan.... tetapi....
[Makna halus yang dangkal -seakan mujassimah-] 
"Si manusia tersebut, langsung berbicara KEPADA ALLOH, DITELINGA-NYA." || 

[Makna dalam ('amiq) -kata yang perlu digurinda/dihampelas agar halus-] Si manusia (si kafir | tidak dilirik | fokus kepada MANUSIA)....
[Silahkan perhalus dan fikir kata-kata yang sesuai agar tetap menjaga ketauhidan bahwa Alloh, Mukholafah Lil-Hawadits]
"Si manusia menyatakan di hadapan Alloh, yang mana Alloh itu ada didepannya, -(bs) manco, meneko- dimana posisinya dalam keadaan siap mendengar dengan telinganya."

آذَنَّاكَ, menyatakan, memperdengarkan....
manusia tak melihat Alloh (Tuhan).....
yakinkan ketika آذَنَّاكَ , manusia melihat (membayangkan melihat) kepada Alloh, Tuhannya.
=============

آذَنَّاكَ, menyatakan, memperdengarkan....
manusia tak melihat Alloh (Tuhan).....

///dari sisi ayat:\\\
Alloh ingin meyakinkan bahwa, ketika آذَنَّاكَ , manusia menyatatakan,
ALLOH ADA DI SANA, DENGAN MATA YANG FOKUS, TELINGA YANG SIAP MENDENGAR, POSISI WAJAHNYA LURUS.



Jumat, 20 Februari 2026

ELMU NUBUWWAH 6

IKLAN DI SURGA

اَوۡقَفۡتَنَا فِى مَيۡدَانِ مُلاَحَظَتِكَ

وَاَثۡبَتَّنَا فِى دِيۡوَانِ خَآصَّتِكَ

وَكَـمَا آنَسۡتَنَا بِلَطِيۡفِ اُنۡسِكَ

اَسۡكُنُ اَنَا وَزَوۡجَتِيَ الۡجَنَّةَ

وَجَنَّةُ رَبِّيَ اللهِ عَرۡضُهَا السَّمٰوَاتُ وَالۡأَرۡضُ

سِرۡنَا فِيـۡهـَا لَيَالِيَ وَاَيَّامًا آمِنِيۡنَ

نَتَبَوَّأُ مِنۡـهَا حَيۡثُ نَشَآءُ

وَكُلۡنَا مِنۡـهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡنَا

اَحۡلَلۡتَنَا دَارَ الۡمُقَامَةِ مِنۡ فَضۡلِكَ

لَايَمَسُّنَا فِيۡـهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيۡـهَا لُغُوۡبٌ

=====
Ya Alloh abdi nampi syu'ub, bangsa-bangsa....
Ya Alloh abdi nampi qobaail, suku bangsa....
Abdi bangsa Indonesia, suku bangsa ti qobilah sunda....

Abdi nampi bisikan,
ieu sanes sifat kalam,
ieu teh sifat Mutakallim, Salira Ku Anjeun anu ngandika,

Gusti, abdi iklan diri,
abdi promosi,
abdi di surga.....

=====
Ya Alloh,
Sakumaha Salira Ku Anjeun ngaantengkeun, ngabetahkeun....
Abdi sukun, abdi tenang di surga sareng pun bojo

Surga -Pangeran Kaula: Alloh- luasna langit jeung bumi

Lumampah kaula di dinya (di surga) wengina, siangna dina kaayanan aman-tentram

Cawis-cawis tempat sakarepna, (di pawon, di tengah bumi, di enggon, di kamar cai...)

pon tuang oge kumaha segerna, (diliwet sanguna, atanapi digoreng; dicombro sampeuna atanapi dimisro...)

Gusti,
Salira ku anjeun parantos ngahalalkeun tempat cicing, tina sabab Kurnia Gusti...
Teu payah kaula, teu lungse kaula...
Jagjag belejag
ngeunah sare, ngeunah dahar,
ngeunah nangkeup jeung ditangkeup.

Posting Populer

Entri yang Diunggulkan

Komentarku di video | Tauhid

===================================== ULUHIYYAH : Hanya Alloh-lah satu-satu tuhan yang wajib disembah. RUBUBIYYAH: Hanya Alloh-lah satu-satu...

Duridwan TeA Google Arsip

Tampil Ful Skrin

Tampilan penuh layar

Klik tombol "Penuh" untuk mode ful skrin. Tutup dengan cara klik tuts "Esc" di kibot, atau dengan mengklik tombol "Normal" saja.

Penuh Normal

Materi artikel

DRLabel

.NETdr 'Urwah ۝۞ دعاء الأوراد ۞۝ 1drive 2019 3Dwarehouse Abaib Academia AdminisGuru Adzan AKGTK Akrab 9497 AkselelatorDRc Aksioma Alfa Aljamal Anakku Android Apache API Aplikasi Aplikasi Online Aplikasiku aqidah aqo'id Arsiper Arudl ASPnet Atribusi Attaqwa Audacity Audio Aurod AutoCAD ba'da sholat Ba'diyah Babad Bahasa Indonesia Balaghoh Baleomol bangpol Banner basund Belajar.id Biantara bilibiliTV bing.com Biografi Bisikan Bisnis Blog blogku Bluestack BMTT Bola Dunia Boxmode BUKU C++ Caknun Canva Capcut CData Cerita Chanel Cijagong cmd Copast Coreldraw;Koreldrow cortang CPANEL cv Daftar Isi Daftar Tamu Dailymotion Dakwah Daring db515TB Dek@t Dikdasmen Diktat Do''a Domainesia dongeng Download DRctvone DRcVivaTV DRlink drMedsos drSamiraTeA drSoftaculous drSQL DRxampp DTD Duridwancijag duridwanMI E-Book Earth eDGe Edmodo Edwin eftepe ekstensi Emulated Epson eSDeKU Excel Facebook Fafa Belajar favicon FB FBwatch Fikih Film FKGN FKSS Flickr ftf ftp Gambar Gaweku GDexcel GDrive GDword Gif Giphy Github Goguru GooForm googele GooTeA GooWork Gosiswawi GS v2 Gudang Gif GuMeng Guru Hotmail HP HPpc HPrint HUDHUD ATTWITERI humor HVR iframe IHTT IIS IKBAL ikonku Ilham Ilmu Waris Imam Mahdi Iman imrithi imtihan Inlislite ips Ips siswa irkhash Ishol Israel Jackie Chan JadwalHirup Jendelatea Jerosimut Jurumiah Kaamengan Kaldik karuhun Kasintu Kasyif Kemdak Kenangan Kepesantrenan KHMZ Khutbah Idul Adha Khutbah Jum'at Kitab Koneng KlaudiAwan KMS KodeBlok Koding Komentarku konsorsium Kristen KSM KSM_24 kulsub Kumer Kutab Kuning Lalogin Laporan Laporan25 link lirik sunda Literasi LKSATA Logo lokalhost Lokasi LTNU Malaikat Mama Gelar mapel Mapel Plus marawis materi ajar materi ips materi sunda Mediafire Menu Mulai Messenger meta Metode Belajar MGMP MTS Mi.co.id Microsoft Mikrosoft Word MKKS MKSS MKT Modul MoU Movie MTs. Muhawarot Mushaf Sunda Mvs Nabi nadhom nahwu Nashoih Nasihat Pernikahan Nasrudin Hoja Nasyid NewTabTvSearch Ngablog ngaDOS Ngaji Pontren Nganet Ngaos ngaweb Ngimel Ngobrol Solat ngobrolgurutea ngoding Ngoleksi Nikah Nonton Nubuwwah NUID NUPTKku Nyekrip Nyitus OderPejKu Office office 2010 Office.co.id Offidocs ome Ome.TV omeaeun Onedrive Onlen Opis OpisTeA Oracle OSIS Outlook Pakakas Pamilarian Panulung PaperDropboxTeA PAS PAS S1 PAT pdf Penahexa Penilaian Perangkat Guru Peringatan Nabi perpus Perpusdig PHBI photo Phyton Pintarkem PKKM PKKS PKSS PohonKeluarga Ponpes Portabel Post WA PPDB PPKKS Prkt Ltk Program Files Proker Proposal Prosem Prota PTS PTS S1 publikteaqta Pupujian Quran Sunda Rapat RDM Removal renungan Resize RFC RidsyafTeA Risalah Risalah Sholat RKS Rohbiyah Romadlon Romadon Rumus Rumus;PHP; RumusHead s.idku Safari Santif Sanusi Scribd segitiga Sekolah seren tampi Sertifikat sholat Shopee Shorof sifat_20 Silaturahmi Simdif SIMPATIKA sinopsis sipd sisitv siswa sitegog Skenario Belajar Sketchup SketsaupTeA Slayid SMA Soal Soanten Software SoraTeuPerluNinggal StoryTelling Suara Sukapura sumputkeun sunda syare'at Ta'lim tabir mimpi Tadabbur tadarrus TafkarMart Tahajud Tahlil Tasbeh Taskbar Tauhid Tawasul Tema Blog tenor.com Terjemah tiktok TimTeA tips n trick Trik Tsaqifah tulisan TV Nasional Twitter Usaha Vektor Video Video Player Video;Edit Video;Rara VideoPost vidio w3s WA - AYT wahyu Wali Walimahan Wallpaper wayang WeA Windows Wirid Witir word Wordpress WordTeA WorldBank WP WPS WS XLS DRcjgTeA Yahoo yandexck Yapista link YT ytDuridwanSunda YTstudio Yutub ZIP Zoom سلاح الدعوة
×
Judul