Trimble Passkey
DRMenuNavigasiBar
menunavngampar
drcnavbar
Beranda
Tentangku
Buku Tamu
Gaweku
Pribadi & Famili
Pribadi & Famili ▼
Siteblogku MDR drGoKontak Person&Famili ShulhablogSamiraku - SamiraTeA ▼
SamiraTeAUsaha & Bisnisku ▼
Usaha 1 Jualan di BitlyDRcAplikasi
Oflen ▼
Aplikasi Proyek 2019 2021Onlen ▼
Aplikasi On Aplikasi Online 2021 Tafarroj DRcZoom SkyscannerCortang
Leleson
TV & Radio ▼
TV RadioNgaweb
Senin, 23 Februari 2026
Minggu, 22 Februari 2026
Komentarku di video | Tauhid
=====================================
ULUHIYYAH : Hanya Alloh-lah satu-satu tuhan yang wajib disembah.
RUBUBIYYAH: Hanya Alloh-lah satu-satunya tuhan yang mengurus makhluknya, (mengurus segala yang ada permulaannya, mengurus segala sesuatu yang adanya berpenghujung).
UBUDIYAH: H a n y a k e p a d a A l l o h l a h hendaknya manusia -( makhluk ) - beribadah.
Pernyataan ULUHIYYAH : لا اله الا الله
Pernyataan RUBUBIYYAH : الحمد لله رب العالمين
Pernyataan UBUDIYYAH : وما خلقت الجن والأنس الا ليعبدونِ
Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang ULUHIYYAH : SIAPA yang harus saya sembah? ALLOH SWT. YANG TIADA SEKUTU BAGINYA
Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang RUBUBIYYAH : SIAPA yang mengurus saya? ALLOH TWT (Tabaaroka wa Ta'aala) YANG MENGURUS SEGENAP ALAM SEMESTA
Pertanyaan manusia (makhluk/ciptaan) tentang UBUDIYYAH : APA yang harus dilakukan? BERIBADAH (mengabdi dan berkebajikan) kepada اله dan رب (-ALLOH -tanpa disebut tapi seharusnya sudah maklum.-)
TAUHID SIFAT, SIFAT BERSANDING DI DZAT.
SIFAT TIDAK BERDIRI SENDIRI.
KETIKA TAUHID (MENGESAKAN) SATU DZAT. MAKA SEJATINYA DI SITU ADA KEESAAN SIFAT.
ILMU MANTIQ | Ta'rif
LOGIKA BERFIKIR (MANTIQ) TA'RIF ATAU DEFINISI
ILMU MANTIQ
“Ta’rif (Definisi)”
Anang Bustami
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir. Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan obyektif.
Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru. Sebelum kita pelajari masalah-masalah mantiq, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan "berpikir". Berpikir adalah proses pengungkapan sesuatu yang misteri (majhul atau belum diketahui) dengan mengolah pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dalam benak kita (dzihn) sehingga yang majhul itu menjadi ma'lum (diketahui). Dengan demikian ta’rif adalah suatu cara atau alat untuk mengenal dan memahami tentang pengertian Lafadz dan untuk mendapat gambaran yang sejelas-jelasnya terhadap Lafadz itu.
Agar tidak terlalu sulit memahami tentang Ta’rif dalam ilmu Mantiq maka makalah ini akan mencoba untuk menjelaskan dengan ringkas dan sistematis mengenai Ta’rif dalam ilmu Mantiq.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Ta’rif ( Definisi )?
2. Ada berapa macam atau bagian dari Ta’rif ?
3. Apa Syarat-syarat Ta’rif?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TA’RIF (DEFINISI)
Takrif (al-ta’rif) secara etimologi berarti pengertian atau batasan sesuatu. Takrif disebut juga Al Qaul Al-Syarih (ungkapan yang menjelaskan).
قَوْلٌ دَالٌ عَلَى مَا هِيَةِ الشَّيْئِ
“Kalimat yang menunjukkan hakikat sesuatu.”
Sedangkan menurut ahli mantiq ta’rif adalah teknik menjelaskan sesuatu yang dijelaskan untuk diperoleh sesuatu pemahaman secara jelas dan terang dengan menggunakan tulisan maupun lisan. Dengan demikian, takrif menyangkut adanya sesuatu yang dijelaskan, penjelasannya itu sendiri, dan cara menjelaskannya
Adapun pengertian yang lain juga menerangkan bahwa Ta’rif secara lughawi, adalah memperkenalkan, memberitahukan sampai jelas dan terang mengenai sesuatu. Secara mantiki, ta’rif adalah teknik menerangkan baik dengan tulisan maupun lisan, yang dengannya diperoleh pemahaman yang jelas tentang sesuatu yang diterangkan atau diperkenalkan.[1]
Selain itu menurut Basiq Djalil, lafadz ta’rif berasal dari bahasa Arab yang bearti memberi tahu, memperkenalkan. Maksudnya adalah dengan ta’rif, kita dapat sesuatu dengan lengkap dan sempurna. Itulah sebabnya ta’rif, dapat disamakan pengertiannya dengan rumusan, pengertian, atau definisi dalam bahasa Indonesia.[2]
Dalam ilmu mantik, ta’rif berperan amat mendasar, kerena istidlal (penarikan kesimpulan) yang merupakan tinjauannya yang paling fondamental, tergantung amat eratkepada jelasnya ta’rif lafazhyang dipakai untuk menyusun qadhiyah-qadhiyah (kalimat-kalimat) yang darinya ditarik natijah (kesimpulan). Jika ta’rif lafazh tidak jelas, maka kesimpulan yang dihasilkan mungkin sekali keliru atau salah.
Yang di Ta’rif bisa berupa dzat dan yang bukan dzat. Dzat adalah lafadz yang bermakna dzat atau benda. Dalam ilmu mantik bearti: lafadz kulli yang menunjukkan hakikat (makiyah) secara penuh. Sedangkan lafadz abstrak yang menyifati benda itu seperti besar, panjang, jelek, biasa disebut lawan dari zat.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan, ta’rif adalah memperkenalkan, memberitahukan sampai jelas dan terang mengenai sesuatu dengan lengkap dan sempurna.
B. PEMBAGIAN TA’RIF
Menurut Baihaqi A. K, dalam bukunya yang berjudul ilmu mantik (teknik dasar berfikir logik) ta’rif terbagi kepada empat:
1) Ta’rif Had
Ta’rif had adalah ta’rif yang menggunakan rangkaian lafadz Kulli Jins dan Fashl. Contoh: Manusia adalah hewan yang berfikir. Hewan adalah jins dan berfikir adalah fashl bagi manusia.
Ta’rif had ada 2, yaitu Ta’rif Had Tam dan Ta’rif Had Naqish
a) Ta’rif Had Tam
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis qorib dan fashl
Contoh: Manusia adalah hewan yang dapat berfikir (Al-Insan Hayawan Al-Nathiq)
Hewan adalah jins qarib kepada manusia karena tidak ada lagi jins di bawahnya. Sedangkan dapat berfikir adalah fashal qarib baginya.
b) Ta’rif Had Naqish
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis ba’id dan fashl atau fashl saja.
Contoh: Manusia adalah tubuh yang dapat berfikir (Al-Insan Jism Al-Nathiq). tubuh adalah jins ba’id bagi manusia dan dapat berfikir adalah fashl baginya.
Contoh: Manusia adalah yang dapat berfikir (hanya fashl saja).
2) Ta’rif Rasm
Ta’rif rasm adalah ta’rif yang menggunakan kulliy jins dan ‘irdhi khash.
Contoh: Manusia adalah hewan yang dapat tertawa.
Hewan adalah jins dan tertawa adalah ‘Irdhi Khash (sifat khusus) manusia.
Ta’rif rasm ada 2, yaitu Ta’rif Rasm Tam dan Ta’rif Rasm Naqish
a) Ta’rif Rasm Tam
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis qorib dan khash
Contoh: Manusia adalah hewan yang mampu belajar kitab.
Hewan adalah jins qarib bagi manusia, sedangkan mampu belajar kitab adalah khash baginya.
b) Ta’rif Rasm Naqish
Ta’rif yang menggunakan rangkaian jenis ba’id dan khash atau khash saja.
Contoh: Manusia adalah jism (tubuh) yang bisa ketawa.
Jism adalah jins ba’id bagi manusia dan bisa tertawa adalah khashah baginya.
Contoh: Manusia adalah yang tertawa.(dengan khashah saja)
3) Ta’rif Lafadzi
Ta’rif lafdzi adalah mendefinisikan sebuah lafadz menggunakan lafadz lain yang semakna dan menurut pendengar dianggap lebih masyhur.
Contoh: Bahtera adalah lautan. Tepung adalah terigu, itik adalah bebek, lembu adalah sapi.
Kata Lautan lebih dikenal oleh pendengar daripada kata Bahtera.
4) Ta’rif mitsal adalah ta’rif dengan memberikan contoh (mitsal).
Contoh: Lafazh kulli adalah seperti insan, Lafazh juz’i adalah seperti muhammad, Kalimat bahasa Indonesia adalah seperti guru datang, dll.[3]
Ø Selain itu menurut M. Taib Thahir, ta’rif juga terbagi menjadi Empat yaitu:
1. Ta’rif lafdhi
Ta’rif lafdhi adalah ta’rif sutau lafadh dengan lafadh yang laindan lebih jelas bagi pendengarmengenai lafadh itu.
2. Ta’rif tanbihi
Ta‘rif tanbihi adalah ta’rif yang mengadirkan gambaran yang sudah tersimpan dalam khayalan pendengar yang pada waktu itu terlupa padahal pernah dikenalnya.
3. Ta’rif ismi dan
4. ta’rif haqiqi
sebenarnya hampir sama, kerena kedua-duanya merupakan gambaran atau susunan kata. Jika telah jelas susunan pengertian itu jelas pulalah pengertian suatu yang di ta’rifkan.[4]
C. SYARAT-SYARAT TA’RIF
Ta’rif menjadi benar dan dapat diterima, jika syarat-syaratnya terpenuhi, antara lain:
1) Ta’rif harus jami’ mani’ (muththarid mun’akis)
Secara lughawi, jami’ berarti mengumpulkan dan mani’ adalah melarang. Dalam ilmu mantik, jami’ berarti mengumpulkan semua satuan yang dita’rifkan ke dalam ta’rif. Sedangkan mani’ berarti melarang masuk segala satuan hakekat lain dari yang dita’rifkan ke dalam ta’rif tersebut. Oleh Karena itu, ta’rif tidak boleh lebih umum atau lebih khusus dari yang dita’rifkan.
Contoh: Manusia adalah hewan yang berakal.
2) Ta’rif Harus Lebih Jelas Tidak Boleh Lebih Samar
Artinya Ta’rif harus mudah difahami oleh pendengar (dhahir) dan bukan sesuatu yang maksudnya lebih samar dibandingkan perkara yang di ta’rifi.
Contoh: Api adalah materi yang menyerupai ruh.
Ta’rif ini tidak memenuhi syarat, karena ruh dinilai lebih samar dibandingkan api, karena ruh banyak di perdebatkan. Sehingga yang terjadi, ta’rif bukan memberikan penjelasan, namun justru menambah ketidakjelasan bagi pendengar.
3) Ta’rif Tidak Boleh Musawi (Setingkat Kesamarannya)
Artinya Ta’rif tidak boleh menggunakan sesuatu yang tingkat kesamarannya sama dengan perkara yang di ta’rifi.
Contoh: Benda bergerak adalah benda yang tidak diam.
Ta’rif ini tidak memenuhi syarat, dan tidak bisa diterima karena tidak adanya pemahaman tambahan melebihi dari sesuatu yang di ta’rifi.
4) Ta’rif Tidak Boleh Berputar-Putar
Maksudnya jangan sampai terjadi ta’rif dijelaskan oleh yang dita’rifi.
Contoh: Manusia adalah orang, orang adalah manusia.
5) Ta’rif Tidak Boleh Berbentuk Majaz
Artinya ta’rif tidak di perbolehkan menggunakan lafad yang berbentuk majaz tanpa disertai qarinah (bukti indikator) yang memalingkan makna asal. Bisa juga dikatakan Tidak boleh menyalahi aturan bahasa.
Contoh: para kiyai adalah bulan purnama yang menyinari kegelapan malam.
Kata bulan purnama dalam definisi ini adalah kiasan dari seorang ulama yang mengayomi semua masayarakat.
6) Ta’rif Tidak Boleh Menggunakan Lafadz Musytarak (Persekutuan)
Artinya ta’rif tidak boleh menggunakan kata yang memiliki makna lebih dari satu, kecuali disertai qarinah yang menjelaskan makna yang di kehendaki.
Contoh: Matahari adalah ‘ain.
Kata ‘ain memiliki banyak arti seperti mata, sumber air, matahari dan emas. Hal ini tidak diperbolehkan, kecuali dibarengi dengan qarinah yang mengarahkan pada salah satu makna diantara beberapa makna tersebut.
7) Ta’rif Berbentuk Rasm Tidak Boleh Menyertakan Suatu Hukum
Artinya dalam rangkaian ta’rif berbentuk rasm tidak diperbolehkan mencantumkan hukum. Karena penghukuman atas sebuah perkara merupakan pembagian dari Pentasawuran perkara tersebut.
Contoh: Fa’il adalah isim yang dibaca rafa’.
Hal ini tidak diperbolehkan manakala hukum dijadikan salah satu juz penyusun rasm.
8) Ta’rif tidak boleh memasukkan lafadz “aw” dalam ta’rif had dan boleh dalam ta’rif rasm
Artinya lafadz “aw” yang memiliki makna taqsim (membagi) dan tahyir (membuat pilihan) kedalam bagian dari ta’rif had tidak diperbolehkan. Namun hal ini diperbolehkan dalam ta’rif rasm.
Contoh dalam ta’rif had: Manusia adalah hewan yang berakal atau berfikir.
Contoh dalam ta’rif rasm: Manusia adalah hewan yang bisa tertawa atau menangis.[5]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Takrif (al-ta’rif) secara etimologi berarti pengertian atau batasan sesuatu. Takrif disebut juga al qaul al-syarih (ungkapan yang menjelaskan) atau al-had, yaitu
قَوْلٌ دَالٌ عَلَى مَا هِيَةِ الشَّيْئِ
“Kalimat yang menunjukkan hakikat sesuatu.”
Sedangkan ta’rif secara mantiki adalah teknik menerangkan baik dengan tulisan maupun lisan, yang dengannya diperoleh yang jelas tentang sesuatu yang diterangkan / diperkenalkan.
2. Ta’rif dibagi menjadi 3 macam, yaitu: ta’rif had (tam dan naqish), ta’rif rasm (tam dan naqish), dan ta’rif lafadzi.
3. Syarat-syarat ta’rif, yaitu harus jami’ mani’, harus lebih jelas tidak boleh lebih samar, tidak boleh musawi (setingkat kesamarannya), tidak boleh berputar-putar, tidak boleh berbentuk majaz, tidak boleh menggunakan lafadz musytarak (persekutuan), Ta’rif berbentuk rasm tidak boleh menyertakan suatu hukum, Tidak boleh memasukkan lafadz “aw” dalam ta’rif had dan boleh dalam ta’rif rasm.
B, Saran
Makalah ini kami buat memang sangat jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu Penulis mengharapkan kritik dan saran pada semua pembaca agar nantinya makalah ini bisa diambil manfaatnya sekaligus bisa menjadi bahan kajian atau bahkan bisa dijadikan bahan untuk dikoreksi.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Hasyimy, Muhammad Ma’shum Zainy. 2008. Zubdatul Mantiqiyah (teori Berfikir Logis), Jombang: Darul Hikmah.
Azka, Darul. 2012. sulam al-munawraq kanjian dan penjelasan ilmu manti, Lirboyo: Santri salaf press.
Al-akhdhoriy, Syekh Abdur Rohman. . Nadzhom Sullamul Munawroq Fi Mantiq, (Jombang: Pustaka Muhibbin. 2014)
Baihaqi.. Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik. (Jakarta : Darul Ulum Press. 2007)
Djalil, B., 2010, Logika (Ilmu Mantik), (Jakarta : Kencana Predana Media Group. 2010)
http://bambangindrayana.blogspot.co.id/2013/01/makalah-ilmu-mantiq-tentang-tarif.html
[1] Prof. Dr. H. Baihaqi A.K, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik, (Jakarta : Darul Ulum Press, 2007), h. 47
[2] Drs. H. A. Basiq Djalil, S. H. M. A, Logika (Ilmu Mantik), (Jakarta : Kencana Predana Media Group, 2010), Cet. Ke-1, h. 18
[3]Prof. Dr. H. Baihaqi A.K, Ilmu Mantik Teknik Dasar Berpikir Logik, (Jakarta : Darul Ulum Press, 2007), h. 48-51
[4] Prof. KH. M. Taib Thahir, Ilmu Mantiq, (Yogyakarta : Widjaya, 1964), h. 58
[5] Al-akhdhoriy, Syekh Abdur Rohman. . Nadzhom Sullamul Munawroq Fi Mantiq, (Jombang: Pustaka Muhibbin. 2014)
Sabtu, 21 Februari 2026
ELMU NUBUWWAH 9 | ELMU & HIDAYAH
KU ELMU, MACA TASBIH....
=====
KU HIDAYAH, MACA HAMDU...
KU TASBIH, NYATAKEUN SUCI....
KU HAMDU, NYATAKEUN PUJI....
========
TASBIH | ELMU
سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
HAMDU | HIDAYAH
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ
DARI SISI MAKHLUKNYA,
ADA YANG MENJADI JALAN MENDAPATKAN ILMU
ADA YANG MENJADI JALAN MENDAPATKAN HIDAYAH
====
ORANGTUA
MEMBERI WAKTU, (JUGA ILMU)
GURU-GURU
MEMBERI ILMU, (JUGA WAKTU)
TEMAN DAN SOBAT
BARENGI JALANI HIDUP DALAM BERLAKU (berbuat)
(hatta yang memusuhi sekalipun)
KELUARGA, SAUDARA DAN TETANGGA
MEMBERSAMAI MERAIH MAKNA (TIMU)
(timu, bertemu dengan makna yang tersimpan dalam pengetahuan)
MERTUA YANG MEMBERIKAN PUTRINYA (amalan ilmu)
ISTRI YANG MEMBERIKAN KETURUNANNYA (tularkan ilmu)
====
VERSI SUNDA:
Sepuh maparin waktu
Guru maparin elmu
Sobat, kanca marengan laku
Kulawarga, baraya, tatangga ngajurung timu
Mertua, ngadahupkeun sareng putrina nu gaduh barang munu'u
Istri (pamajikan) nu boga lawang nambahan anak jeung incu, putra sareng putu
ELMU NUBUWWAH 8 | TELINGA
Seakan ditelinga. Yakinkan DITELINGA
Ibroohim (14): 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (7)
terjemah/alih bahasa: [ada syu'ub (bangsa-bangsa), dan ada qobail (suku bangsa)]
[Indonesia]
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"ز
[Indonesia: SUNDA]
Perhatikan: تَأَذَّنَ (memaklumkan, memberitahukan, )
=======================
تَأَذَّنَ mengandung kata اُذُنٌ (telinga), bab kedua tsulatsi mazij warna pertama ada yang bermakna مطاوعة menjadikan....
تَأَذَّنَ bukan hanya memaklumkan, memberitahukan, membicarakan.... tetapi....
[Makna halus yang dangkal -seakan mujassimah-]
"Alloh, Tuhannya manusia itu, langsung berbicara DITELINGA." ||
[Makna dalam ('amiq) -kata yang perlu digurinda/dihampelas agar halus-] Si manusia (si kafir | tidak dilirik | fokus kepada MANUSIA)....
[Silahkan perhalus dan fikir kata-kata yang sesuai agar tetap menjaga ketauhidan bahwa Alloh, Mukholafah Lil-Hawadits, dan Alloh juga 'ala kulli syaein qodiir]
"Alloh, tuhannya manusia, TUHANNYA KAMU, ALLOH ADA DIHADAPANMU, DENGAN MULUT YANG MENGELUARKAN KATA-KATA YANG JELAS TERLIHAT OLEHMU, yang mana Alloh itu ada didepanmu, ada dihadapanmu, -(bs) manco, meneko- memperhatikan, dimana posisi TUHANMU dalam keadaan berbicara."
Atau mungkin dalam suasana yang lebih syahdu, lebih mesra....
TANGAN ALLOH TUHANMU, memegang pundak dan bahumu, sementara BIBIRNYA ada di sisi telingamu membisikan....."Jika kamu bersyukur, aku tambah nikmatmu"
Jangan sampai, justru suasana dalam keadaan genting dan menyeramkan.....
TUHANMU, MENDEKATKAN WAJAHNYA, DENGAN PELOTOTAN DAN BENTAKAN...
terdengar jelas teriakan.... "Jika kamu bersyukur, aku tambah nikmatmu"
تَأَذَّنَ, memaklumkan, memberitahukan....
Alloh (Tuhan)nya manusia, memang tidak terlihat, tidak tampak, akan tetapi...
yakinkan ketika تَأَذَّنَ , Alloh ada di dekatmu, dan Alloh Tuhanmu ingin agar kamu, wahai manusia melihatnya (membayangkan melihat) kepada-NYA kepada Tuhanmu, kepada Alloh-mu!!!.
=============
تَأَذَّنَ, memaklumkan, memberitahukan....
Alloh (Tuhan) ingin kamu, wahai manusia melihatnya, merasakan dekatnya dan bahkan dalam dekapannya.....
///dari sisi ayat:\\\
Alloh ingin meyakinkan bahwa, ketika تَأَذَّنَ , manusia mendengarkan sekaligus melihat,
ALLOH ADA DI SANA, DENGAN MATA YANG FOKUS, DAN MULUT BERBICARA.
ALLOH DEKAT DENGANMU,
BAHKAN ALLOH MENDEKAPMU... BILAPUN TIDAK, JADIKAN ALLOH DIDEKAPANMU.
Langganan:
Komentar (Atom)
Posting Populer
-
Produk Go ogle Untuk semua Untuk bisnis Untuk developer Ikuti kami Detail Produk aaaa Android Android Auto Asisten Google ...
-
PPKM 2024 Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas...
-
Donlot CDx7_64 Silahkan kunjungi link ini: Download CorelDraw X7 Full Version Gratis v17.1 (PC) (yasir252.com) | https://www.yasir252.com/...
-
Daftar Nama Provinsi di Indonesia 2024 Nanggroe Aceh Darussalam (Ibu Kota Banda Aceh) Sumatera Utara (Ibu Kota Medan) Sumatera Selatan (Ibu ...
-
Daftar Hadir Lab Komputer | 8A & 8B Senin, 26 Januari 2026 ===================
-
Cara Membuat Google Drive dan Fungsinya Untuk bisa menyimpan dan membagikan file dengan mudah lewat google Drive, tentunya Anda harus menget...
-
BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII ======== BAB VI PEMANTAUAN LAPORAN DAN EVALUASI A. Pemantaun US ...
-
Selamat Datang Tutorial Web Design Web Design & Development + Graphic Design In...
-
WINDOWS XP ARTICLES It's ancient but will never die Most Popular Articles How to Add Holidays to Your Outlook Calendar How to Fix a ...
-
Bakomubin di Fesbuk DPP Bakomu... Kirimi Kami Pesan Foto sampul DPP Bakomubin DPP Bakomubin 599 suka 592 pengikut DPP BAKOMUBIN - Dewa...
DRcjgLink
Duridwan TeA Google Arsip
Tampil Ful Skrin
Tampilan penuh layar
Klik tombol "Penuh" untuk mode ful skrin. Tutup dengan cara klik tuts "Esc" di kibot, atau dengan mengklik tombol "Normal" saja.
Materi artikel
DRLabel
.NETdr
'Urwah
۞ دعاء الأوراد ۞
1drive
2019
3Dwarehouse
Abaib
Academia
AdminisGuru
Adzan
AKGTK
Akrab 9497
AkselelatorDRc
Aksioma
Alfa
Aljamal
Anakku
Android
Apache
API
Aplikasi
Aplikasi Online
Aplikasiku
aqidah
aqo'id
Arsiper
Arudl
ASPnet
Atribusi
Attaqwa
Audacity
Audio
Aurod
AutoCAD
ba'da sholat
Ba'diyah
Babad
Bahasa Indonesia
Balaghoh
Baleomol
bangpol
Banner
basund
Belajar.id
Biantara
bilibiliTV
bing.com
Biografi
Bisikan
Bisnis
Blog
blogku
Bluestack
BMTT
Bola Dunia
Boxmode
BUKU
C++
Caknun
Canva
Capcut
CData
Cerita
Chanel
Cijagong
cmd
Copast
Coreldraw;Koreldrow
cortang
CPANEL
cv
Daftar Isi
Daftar Tamu
Dailymotion
Dakwah
Daring
db515TB
Dek@t
Dikdasmen
Diktat
Do''a
Domainesia
dongeng
Download
DRctvone
DRcVivaTV
DRlink
drMedsos
drSamiraTeA
drSoftaculous
drSQL
DRxampp
DTD
Duridwancijag
duridwanMI
E-Book
Earth
eDGe
Edmodo
Edwin
eftepe
ekstensi
Emulated
Epson
eSDeKU
Excel
Facebook
Fafa Belajar
favicon
FB
FBwatch
Fikih
Film
FKGN
FKSS
Flickr
ftf
ftp
Gambar
Gaweku
GDexcel
GDrive
GDword
Gif
Giphy
Github
Goguru
GooForm
googele
GooTeA
GooWork
Gosiswawi
GS v2
Gudang Gif
GuMeng
Guru
Hotmail
HP
HPpc
HPrint
HUDHUD ATTWITERI
humor
HVR
iframe
IHTT
IIS
IKBAL
ikonku
Ilham
Ilmu Waris
Imam Mahdi
Iman
imrithi
imtihan
Inlislite
ips
Ips siswa
irkhash
Ishol
Israel
Jackie Chan
JadwalHirup
Jendelatea
Jerosimut
Jurumiah
Kaamengan
Kaldik
karuhun
Kasintu
Kasyif
Kemdak
Kenangan
Kepesantrenan
KHMZ
Khutbah Idul Adha
Khutbah Jum'at
Kitab Koneng
KlaudiAwan
KMS
KodeBlok
Koding
Komentarku
konsorsium
Kristen
KSM
KSM_24
kulsub
Kumer
Kutab Kuning
Lalogin
Laporan
Laporan25
link
lirik sunda
Literasi
LKSATA
Logo
lokalhost
Lokasi
LTNU
Malaikat
Mama Gelar
mapel
Mapel Plus
marawis
materi ajar
materi ips
materi sunda
Mediafire
Menu Mulai
Messenger
meta
Metode Belajar
MGMP MTS
Mi.co.id
Microsoft
Mikrosoft Word
MKKS
MKSS
MKT
Modul
MoU
Movie
MTs.
Muhawarot
Mushaf Sunda
Mvs
Nabi
nadhom
nahwu
Nashoih
Nasihat Pernikahan
Nasrudin Hoja
Nasyid
NewTabTvSearch
Ngablog
ngaDOS
Ngaji Pontren
Nganet
Ngaos
ngaweb
Ngimel
Ngobrol Solat
ngobrolgurutea
ngoding
Ngoleksi
Nikah
Nonton
Nubuwwah
NUID
NUPTKku
Nyekrip
Nyitus
OderPejKu
Office
office 2010
Office.co.id
Offidocs
ome
Ome.TV
omeaeun
Onedrive
Onlen
Opis
OpisTeA
Oracle
OSIS
Outlook
Pakakas
Pamilarian
Panulung
PaperDropboxTeA
PAS
PAS S1
PAT
pdf
Penahexa
Penilaian
Perangkat Guru
Peringatan Nabi
perpus
Perpusdig
PHBI
photo
Phyton
Pintarkem
PKKM
PKKS
PKSS
PohonKeluarga
Ponpes
Portabel
Post WA
PPDB
PPKKS
Prkt Ltk
Program Files
Proker
Proposal
Prosem
Prota
PTS
PTS S1
publikteaqta
Pupujian
Quran Sunda
Rapat
RDM
Removal
renungan
Resize
RFC
RidsyafTeA
Risalah
Risalah Sholat
RKS
Rohbiyah
Romadlon
Romadon
Rumus
Rumus;PHP;
RumusHead
s.idku
Safari
Santif
Sanusi
Scribd
segitiga
Sekolah
seren tampi
Sertifikat
sholat
Shopee
Shorof
sifat_20
Silaturahmi
Simdif
SIMPATIKA
sinopsis
sipd
sisitv
siswa
sitegog
Skenario Belajar
Sketchup
SketsaupTeA
Slayid
SMA
Soal
Soanten
Software
SoraTeuPerluNinggal
StoryTelling
Suara
Sukapura
sumputkeun
sunda
syare'at
Ta'lim
tabir mimpi
Tadabbur
tadarrus
TafkarMart
Tahajud
Tahlil
Tasbeh
Taskbar
Tauhid
Tawasul
Tema Blog
tenor.com
Terjemah
tiktok
TimTeA
tips n trick
Trik
Tsaqifah
tulisan
TV Nasional
Twitter
Usaha
Vektor
Video
Video Player
Video;Edit
Video;Rara
VideoPost
vidio
w3s
WA - AYT
wahyu
Wali
Walimahan
Wallpaper
wayang
WeA
Windows
Wirid
Witir
word
Wordpress
WordTeA
WorldBank
WP
WPS
WS
XLS DRcjgTeA
Yahoo
yandexck
Yapista link
YT
ytDuridwanSunda
YTstudio
Yutub
ZIP
Zoom
سلاح الدعوة
